Mengunjungi Pusat Grosir tanpa Ujung di Yiwu, Tiongkok

Kancing baju yang Anda pakai. Ritsleting pada celana atau koper. Karet gelang pembungkus makanan. Korek api. Tas dan dompet wanita. Bola basket hingga kelereng. Kacamata murah. Gantungan kunci. Miniatur plastik David Beckham. Pulpen. Dasi. Lampu rumah. Aneka mainan. Juga besi pengait pada (maaf) bra wanita.

Kalau semua itu datang dari Tiongkok, atau bertulisan Made in China, besar kemungkinan dibuat di Provinsi Zhejiang. Didapatkannya dari Yiwu (baca: I-U), sebuah kota sekitar 100 km di selatan Hangzhou. Semua barang ada di sana harganya luar biasa murah. Mall di sana lebih besar dari yang terbesar besar di Indonesia :)


Mall itu berisi lebih dari 30 ribu toko. Jadi, kalau ingin mengunjungi semua toko yang ada di dalamnya satu per satu, masing-masing satu menit, sehari delapan jam, kita bakal membutuhkan waktu minimal dua bulan untuk “menamatkan” mall tersebut.

Ini Tiongkok. Segala kemampuan yang Anda dapatkan selama sekolah dan kuliah mungkin tidak ada gunanya. Lupakan bahasa Inggris, lupakan alfabet, halo bahasa ikan dan isyarat.

Ke Yiwu tidak sesulit yang dibayangkan. Bahkan, hanya 119 yuan atau sekitar Rp 150 ribu per orang bisa pergi secara mewah dan tanpa banyak memakan waktu.

Anda akan merasakan hebatnya revolusi kereta api yang sedang berlangsung di Tiongkok. Stasiun kereta api itu supermewah. Terbungkus kaca di mana-mana serta travelator dan eskalator di mana-mana. Megah dan mewah meski masih terdengar “huek, cuh!” beberapa kali di beberapa sudut.

Bandara Shanghai jelas kalah, Bandara Beijing jelas kalah, kebanyakan bandara top di mana-mana kalah megah.

Dengan 119 yuan per orang, kita bisa naik CRH (China Railway High-speed). Sesuai namanya, itu kereta kecepatan tinggi. Dalam waktu 2 jam dan 15 menit, dengan kecepatan mencapai 203 km/jam, kita bisa mencapai Yiwu dari Shanghai. Sehari ada beberapa kali keberangkatan, pagi hingga sore.

Waktu itu kami memilih kereta pukul 07.25. Jadwal sampai di Yiwu pukul 09.40. Kereta itu berhenti tiga kali sebelum sampai Yiwu, salah satu di antaranya di Hangzhou.

Naik CRH itu yang dahsyat bukan kecepatannya, tapi kemewahan di dalamnya. Tempat duduknya seperti naik penerbangan internasional kelas economy deluxe. Joknya bak di pesawat, bisa dimundurkan dengan meja lipat di depan. Ada juga set kursi yang berhadap-hadapan dengan meja di tengah. Layar televisi ada di dalam setiap gerbong. “Pramugari” berdandan begitu rapi dengan blazer dan topi.

Bawa laptop, jangan takut kehabisan baterai. Ada “colokan” listrik di sisi setiap kursi. Kalau lapar, ada gerbong restoran yang begitu mewah, menyediakan aneka makanan dan minuman. Dengan harga yang normal, bukan harga luar angkasa seperti di kebanyakan bandara Indonesia. Toilet? Bagi yang trauma dengan kondisi toilet di Tiongkok, jangan khawatir. Bersih seperti di pesawat.

Di Yiwu mendarat. Dari sana, Anda bisa langsung naik bus nomor 801 menuju The China Yiwu International Trade City, mall raksasa yang dimaksud itu. Biaya naik bus hanya 1 yuan (Rp 1.250) per orang. Begitu sampai di mal tersebut, bus itu berhenti tiga kali. Di depan, tengah, dan belakang.

Kami memutuskan turun di ujung paling belakang. Mal itu terdiri atas dua bangunan superpanjang. Bangunan pertama blok A sampai E, bangunan kedua F sampai H.

Terus terang, kami tidak masuk dari pintu paling ujung, jung, jung, tapi cukup di ujung. Masih di blok H, tapi di pintu nomor 67 (ada sekitar 70 pintu masuk).

Masuk ke dalam. Suasana tidak ramai seperti kebanyakan mall dan pusat grosir. Malah tergolong lengang. Di blok H itu, di luar ada petunjuk. Lantai satu untuk kacamata, lantai dua sports goods, lantai tiga stationery, dan lantai empat kosmetik.

(Bersambung)

Peluang Bisnis Jaket Distro

Jaket distro banyak disukai kalangan anak muda. Desain yang menarik dengan corak warna yang atraktif dan fashionable membuatnya bisa dipakai kapan saja. Jaket ini menjadi tren ketika figur publik, misalnya penyanyi atau personel band mengenakannya. Anak muda pun cukup tanggap dengan pergeseran fashion dan jaket distro.

Sebenarnya jaket distro berasal dari anak muda yang ingin keluar dari alur main distribution, seperti di gerai-gerai besar di mall. Mereka ingin karya-karyanya yang dibuat dengan segala idealisme mereka dijual sendiri secara self distribution, dengan memanfaatkan pertemanan atau kerja sama dengan sistem konsinyasi dengan teman yang memiliki toko baju. Toko yang menjual baju-baju hasil karya sendiri ini lebih tenar dinamai distro store.


Peluang Bisnis Jaket Distro

Fenomena baju distro dan bisnisnya juga menjadi indikasi positif bagi pertumbuhan bisnis mikro di Indonesia. Apalagi sebagian besar yang menjalankan usaha produksi ini lebih banyak didominasi anak muda. Idealisme disalurkan dalam karya fashion yang memilik nilai ekonomis tinggi.

Usaha bidang fashion seperti ini adalah bisnis abadi. Sebab, bisnis ini didasari oleh kebutuhan utama manusia, yakni sandang. Pada prinsipnya usaha yang berdasarkan pada kebutuhan utama pastinya kalau dijalankan secara sungguh-sungguh akan menghasilkan manfaat yang luar biasa.

Pangsa pasar utama jaket distro adalah anak muda, dengan alasan kuat bahwa anak muda memiliki selera fashion yang bagus dan pasar yang mudah digarap karena mereka memiliki daya beli yang kuat. Anak muda menjadi pelanggan fashion yang loyal. Jika ada fashion yang sedang ngetren pasti cepat ditirunya.

Ketika ada tren jaket distro di kalangan anak muda, di situlah peluang bisnis bisa digarap secara maksimal. Malah sekarang ini tren fashion di kalangan pecinta distro diciptakan sesuai dengan keinginian pemilik garmen dengan desain sendiri. Cara ini sah-sah saja dilakukan untuk menciptakan trend setter seperti jaket distro.
Baca Juga : Pasar Andir, Pusat Grosir Baju Pedagang Online

Desain Sendiri Jaket Distro

Jaket distro merupakan sebuah karya fashion yang diciptakan secara mandiri tanpa ada campur tangan dari pemodal besar dan tidak mengikuti mainstream trend yang ada. Berbeda dengan jaket umumnya yang dijual di departement store dan toko baju. Desain karakter jaket distro lebih atraktif dalam corak. Ketika membuat sebuah jaket, materialnya pun bermacam-macam dan dipadukan agar menghasilkan desain baru yang berbeda dengan yang lain.

Produsen clothing indie rata-rata memiliki divisi desain sendiri. Divisi ini bertugas mendesain baju-baju dan jaket secara eksklusif yang diproduksi secara terbatas alias limited edition. Itulah salah satu karakter produk distro termasuk jaket, yakni desain eksklusif dan produksinya yang terbatas sehingga ketika konsumen membelinya hampir tak ada yang mengembarinya.

Proses desain jaket distro tak sembarangan, harus melewati tahap study literature. Tim desainer harus membaca majalah fashion dan mencari material yang cocok untuk desain jaketnya. Mereka serius mencari desain baju yang cocok untuk konsumsi anak muda yang notabene ada pangsa pasarnya.

Di tahap ini tim desainer dituntut kreativitasnya untuk mencari kreasi baru yang segar dan disukai anak muda tentunya. Setiap tiga bulan sekali baju-baju model baru 'dilempar' ke konsumen, tujuannya untuk menarik perhatian pasar dan memancing pelanggan untuk belanja.

Bagaimana dengan produk lama? Produk lama 'dibuang' ke keranjang diskon atau dimasukkan ke dalam program pekan clearance sale atau pekan obral. Semua ada penggemarnya masing-masing. Itulah salah satu trik menjaga pasar agar tetap loyal memakai produk sebuah merek baju distro termasuk juga jaketnya.
Baca Juga : Pasar Grosir Bandung Yang Wajib Anda Kunjungi

Mencari Rekanan Kerja

Dalam bisnis, aksi meniru itu halal hukumnya asalkan yang ditiru bukan produknya, melainkan sistemnya. Bagi Anda yang masih dalam taraf pemula menjalankan bisnis distro, dan ingin memproduksi sendiri jaket distronya, mudah saja. Tirulah produsen baju dari major label yang dalam proses produksinya mereka tidak memiliki divisi garmen sendiri, urusan produksi diserahkan kepada perusahaan lain atau istilahnya outsourching.

Jadi, pemilik major label hanya menyerahkan desain baju dengan spesifikasi bahan serta ukuran dan jumlah ordernya saja kepada perusahaan garmen lainnya. Major label tidak mau pusing-pusing mendirikan pabrik garmen besar dan sibuk menggaji ribuan buruh pabrik.

Anda pun bisa meniru konsep major label untuk mengaplikasikan desain jaket distro Anda. Caranya, carilah penjahit spesialis jaket yang mau menerima pesanan dari luar. Jika Anda merasa cocok, coba pesan dengan desain jaket versi distro yang sudah Anda buat sendiri.

Konsep produksi secara outsourching merupakan cara yang paling mudah dilakukan bagi mereka yang baru menjalankan bisnisnya dengan modal yang sedikit. Namun, ketika usaha distro Anda sudah maju dan mampu menggaji pegawai lebih banyak lagi, sebaiknya And membuka lapangan kerja baru untuk mengisi divisi produksi.

Untuk mendapatkan tim produksi yang andal, carilah orang-orang yang memiliki keterampilan khusus menjahit jaket, bisa menyablon, dan melakukan pengemasan atau pengepakan. Keuntungan memiliki divisi produksi garmen sendiri, antara lain adalah kualitas produk bisa dikontrol. Selain itu, problem produksi pun bisa langsung diketahui dan segara dicari solusinya.
Baca Juga : Cara Memulai Bisnis Distro Untuk Pemula Dengan Modal Kecil

Membuat Jaringan Distribusi

Tahapan pascaproduksi adalah distribusi produk ke retailer. Semua pebisnis impiannya sama, yakni produknya laku dan dikenal banyak orang. Salah satu cara memperkenalkan produknya adalah memperluas jaringan distribusi kepada retailer.

Konsep distro adalah memproduksi dan menjual ke toko-toko independen atau komunitas secara eksklusif. Demikian juga produsen baju distro lebih menyukai mendistribusikannya dengan memanfaatkan akses pertemanan.

Cara mudah mendistribusikan produk distro adalah dengan menitipkannya di toko-toko secara menyebar. Bahkan, ada produsen baju distro justru tak memiliki official store sendiri. Mereka membangun jaringan distributornya sendiri dengan kesepakatan harga kulakan dengan harga jual yang sudah ditentukan.

Menjadi Sponsor Berbagai Acara

Salah satu cara mempromosikan sebuah label fashion adalah berpartisipasi aktif mengikut acara-acara yang disukai calon konsumen, misalnya mendukung acara konser musik, surf tournament, skateboard, dan lain sebagainya. Pokoknya, olah raga ekstrem pasti peminatnya anak muda semua.

Selain itu, berpromosi juga dapat dilakukan secara aktif dengan menjadi sponsor bagi atlet atau artis. Bentuk sponsorshipnya adalah membiaya kegiatan mereka dengan imbal baliknya sang mereka harus memakai produk dari Anda dalam setiap kegiatan mereka.

Produk yang sukses biasanya ditunjang oleh tingkat promosinya. Prinsip promosi adalah saling memengaruhi. Oleh karena itu, carilah orang berpengaruh terhadap orang banyak. Itulah mengapa figur publik, seperti atlet olah raga ekstrem, artis, dan musisi banyak didekati oleh berbagai produsen. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan pengaruh mereka guna membantu memperkenalkan produk milik produsen.

Banyak sekali artis maupun atlet olah raga ekstrem yang menjalin kontrak sponsorship dengan produsen baju berskala internasional. Anda pun bisa melakukan hal demikian semata-mata untuk iklan. Sebab, iklan merupakan investasi jangka panjang.

Manfaat iklan memang tak dirasakaan seketika. Iklan yang gencar manfaatnya dapat dirasakan di kemudian hari. Jadi, jangan pelit menyisihkan anggaran keuangan perusahaan untuk kegiatan promosi, baik itu dalam bentuk menjual produk maupun sponsorship.

Direct Selling vs Penjualan Online

Direct selling atau penjualan langsung merupakan cara konvensional yang banyak dipakai oleh cloth store. Kelebihannya adalah konsumen dan penjual bertemu langsung dan saling berinteraksi. Kemauan konsumen bisa langsung diketahui oleh produsen. Omzet penjualan produk pun bisa diusahakan sesuai dengan target.

Ada alternatif marketing yang bisa dicoba untuk menjual produk, yakni penjualan secara online. Cara ini bermanfaat membuat pasar baru melalui dunia maya. Kelebihan penjualan online adalah pasarnya tak terbatas, dan bujet promosinya pun relatif terjangkau. Anda tinggal membuat situs shopping chart dan menjalankannya sendiri.

Kelebihan shopping cart adalah konsumen tak usah repot-repot datang ke distro. Mereka tinggal membuka web komersial milik Anda dan memilih produk yang disukai, pembayaran secara transfer dapat dilakukan setelah diverifikasi. Selanjutnya tugas Anda adalah mengirim barang pesanan ke alamat yang tertera pada blangko online Anda.

5 Tempat Pusat Kain Murah di Jakarta

Kelima tempat di bawah ini bisa Anda kunjungi jika ingin berbelanja berbagai macam bahan kain di Jakarta, baik untuk dijual maupun dipakai sendiri.

Mungkin sebagian dari Anda sudah familiar dengan tempat belanja kain di Jakarta tersebut, namun yang pasti harganya jelas bersaing bila Anda punya kemampuan menawarnya dengan tepat.

Aneka jenis bahan mulai dari katun, sifon, tule, sutra, wol, linen, shantung maupun bahan brokat jadi bisa Anda temukan disini.

Tingkatan harganya pun cukup bervariasi sesuai kualitasnya, apalagi jika Anda melakukan pembelian secara partai besar, pasti biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih murah.


1. Pasar Tanah Abang

Ingin mencari kain dan baju dengan harga murah? Datang saja ke Blok A pasar grosir Tanah Abang yang merupakan sentra pusat grosir terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Berlokasi di Jakarta Pusat, Pasar Tanah Abang menjual produk garmen dan tekstil mulai dari kain sutra, brokat, tule, batik, tenun dan masih banyak lagi.

2. Thamrin City

Sebenarnya sebagian produk kain yang ada di Thamrin City didapatkan dari Tanah Abang, makanya Anda bisa menemukan sejumlah produk kain atau baju yang sama persis namun dengan harga yang berbeda.

Thamrin City memiliki sejumlah pedagang kain yang berasal dari penjuru daerah di Indonesia, seperti Pekalongan, Cirebon, Semarang, Surabaya, Jogjakarta, Padang dan lainnya. Tak heran, mukena bordir padang atau batik khas Pekalongan dan Solo bisa Anda temukan juga di kios-kios Thamrin City.

3. Pasar Cipadu

Pasar yang terdapat di Kelurahan Cipadu, Kreo, Tangerang, ini adalah surganya berbagai macam produk kain, sprei, bed cover, selimut, mukena dan keperluan aksesori rumah tangga semisal sarung bantal, guling, gorden, dan karpet.

Kebanyakan penjual di pasar Cipadu adalah tangan pertama sehingga Anda bisa mendapatkan harga yang terbilang murah dan terjangkau asalkan mampu menawarnya.

Selain itu, sebagian besar penjual kain disana adalah industri rumahan berskala kecil maupun sedang. Sehingga kesempatan membeli kain atau bahan dengan harga ramah kantong sangat mungkin terjadi.

4. Pusat Grosir Cililitan

Pusat Grosir Cililitan atau yang biasa disingkat PGC tersebut adalah tempat belanja yang cukup populer di Jakarta Timur. PGC terkenal murah dan lengkap dan terletak di samping terminal Cililitan. Memiliki 10 lantai, PGC menjual berbagai macam bahan dan kain serta kebutuhan semisal gadget, aksesori, suvenir pernikagan dan lainnya.

5. Pasar Mayestik

Terletak di jalan Tebah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pasar Mayestik menjadi salah satu destinasi masyarakat ketika ingin berbelanja kain.

Meski banyak orang mengatakan jika harga kain di pasar Mayestik lebih mahal ketimbang di tempat lainnya. Namun kualitas jenis bahan kain seperti brokat maupun sutra dari pasar Mayestik bisa dikatakan tak kalah bersaing.

Baca Juga :

Pasar Kembang Cikini, Pusat Parcel di Jakarta

Memberikan parcel atau bingkisan kepada sanak keluarga, rekan kerja dan kerabat pada saat Lebaran atau natal, sudah menjadi tradisi di masyarakat kita.


Nah, jika anda berada di Jakarta dan berencana membeli parcel, datang saja ke Pasar Kembang Cikini, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Di pasar ini ada puluhan pedagang yang menjajakkan aneka ragam bentuk parcel.

Kisaran harga parcel, dibanderol mulai Rp 100 ribu hingga Rp 1 jutaan rupiah, tergantung jenis parcel itu sendiri. Selain makanan ada juga parcel yang isinya berupa barang.

Parcel yang umum dan murah meriah adalah parcel makanan dibuat berdasarkan tingkat ukuran besar atau kecil. Biasanya parcel jenis ini berisi antara lain snack baik dalam kardus maupun kalengan, seperti cokelat, sirup, selai, minuman bersodan, permen, dan jenis makanan ringan lainnya.

Ada juga parcel barang yang berisikan barang pecah, seperti toples kue, teko minuman, mangkuk, cangkir, sendok, garpu, dan lain-lain. Tentunya harga parcel barang harganya lebih mahal ketimbang parcel snack yang mencapai harga Rp 1 jutaan.
Baca Juga : Bisnis Parcel Paket Lebaran Yang Menggiurkan
Untuk parcel berbahan keramik, harganya bisa melebihi kisaran Rp 1 juta dan selalu menjadi incaran pihak perusahaan-perusahaan. Para pedagang parcel ini mulai membuka lapaknya seminggu sebelum bulan puasa. Mereka berjualan selama 24 jam di area Pasar Kembang Cikini.

Masa jualan pedagang musiman ini berakhir hingga dua hari sebelum lebaran. Para pedagang parcel biasanya menggantikan lapak dagangannya dengan karangan bunga.

Bisnis Toko Kecantikan Online Semakin Menggiurkan

Dengan adanya internet, keinginan orang membuka lapak untuk menjajakan dagangan bisa terfasilitasi dengan mudah. Tidak hanya menawarkan produk-produk semacam elektronik, sepatu, produk pakaian, tas, kini produk kecantikan semacam bulu mata dan pensil alis pun dengan mudah bisa di jual online.

Penjual bulu mata atau pensil alis pun makin leluasa dengan memajang dagangan di media online. Sebab dengan media online, promosi menjadi lebih mudah.


Penjual cukup membuat tutorial cara pemakaian kepada si pembeli. Pembeli dengan sendirinya akan mengerti kegunaan dan pemakaiannya.

Si pembeli bisa melihat langsung cara cara pemakaian produk melalui video atau gambar tutorial tersebut. Bila tak jadi beli, dia tak akan merasa malu. Namun, bila tertarik ia bisa langsung mengontak si penjual.

Tren-tren makeup dan berias diri memang makin intens dua tahun terakhir. Mulai tren menghias kuku, membentuk alis, sampai pamer bibir seksi nan padat dengan matte lipstick.

Tren itu makin terbentuk dengan ramainya toko-toko kosmetik online yang menyajikan beragam tutorial merias diri. Alhasil, mereka yang ingin belajar mekap bisa belajar dari tutorial ini.

Seperti salah satu pemilik toko online kosmetik online, yang awalnya hanya sekedar iseng saja. Awalnya dia hanya memajang foto koleksi make up pribadinya di instagram. Tak disangka, produk kecantikan yang dia gunakan mendapat respon dari rekan-rekannya. Banyak dari mereka yang tertarik untuk memiliki.
Baca Juga : Modal Awal Rp 500 Ribu, Kini Laba Bersih Rp 8 Juta per Bulan Dari Bisnis Kosmetik Online
Dan saat ini dia mampu menjual 520 item sampai 2.600 item produk kecantikan per bulan. Harga produk kecantikan yang ditawarkan mulai Rp 50.000 per item sampai Rp 700.000 per item.

Berbisnis lewat online itu jauh lebih menyenangkan ketimbang kita duduk di toko. Kita tidak harus serta merta berinteraksi secara tatap muka dengan konsumen. Biaya dan tenaga yang dikeluarkan juga tidak banyak.

Karena alasan itulah, sekalipun omzet sudah besar, dia enggan membuka toko konvensional. Menurutnya, membuka toko offline membutuhkan investasi yang nilainya jauh lebih besar. Penjualan dirasa akan sulit karena belum tentu semua konsumen bisa menjangkau toko offline.
Baca Juga : Tempat Kulakan Kosmetik Murah di Jakarta
Selain itu, penjual yang menggunakan toko konvensional harus memikirkan display barang. Sementara toko online, sudah tentu hanya membutuhkan keahlian membuat foto yang menarik untuk dipajang di sosmed. Sekalipun baru dua tahun berbisnis dan melalui akun Instagram saja, saat ini dia sudah mampu menjual 450 item sampai 600 item produk perawatan tubuh. Lumayan, kan?

Siapa mau mengikuti jejak mereka?

Berburu Sepatu dan Tas Kulit di Manding

Kalau Jawa Timur terdapat Tanggulangin dan di Jawa Barat ada Cibaduyut sebagai sentra industri kulit, Yogyakarta juga memiliki sentra industri kulit, yaitu Manding.

Berada di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo Manding Sabdodadi, Bantul, kawasan ini telah dikenal sebagai penghasil kerajinan kulit sejak tahun 1957. Beragam kerajinan mulai dari dompet, tas, sepatu, sandal, jaket, dapat anda temukan di sini.


Desa Wisata Manding, saat ini terdapat sekitar 42 rumah rumah produksi, dan 48 showroom penjualan kerajinan kulit dan semua melayani pembelian dalam skala grosir maupun eceran. Showroom tersebut berjajar rapi sepanjang jalan di desa Manding dengan mudah akan kita temukan berbagai macam kerajinan yang terpajang apik di setiap etalase toko.

Mulai dari sepatu, tas, sendal, jaket, ikat pinggang, topi, dompet, serta berbagai aksesoris yang terbuat dari kulit seperti, gantungan kunci, gelang, kalung dan pigura.

Model serta bentuk juga mempengaruhi harga, semisal untuk produk berbahan dasar murni kulit seperti jaket kulit antara Rp. 500 ribu hingga Rp1,5 juta. Sepatu mulai dari Rp 70 ribu hingga Rp 1 juta, tas mulai Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta. Berbagai macam dompet kulit mulai dari Rp 50-250 ribu.

Produk-produk yang lebih murah juga tersedia, namun tentu dengan komposisi bahan kulit dan sintetis. Misalnya gantungan kunci mulai dari Rp 5000, sandal mulai Rp 35.000, tas mulai dari Rp. 50.000, serta ikat pinggang mulai Rp 10.000.

Sedang untuk rumah produksi yang berjumlah 42, letaknya berada di tengah permukiman. Saat ini, selain memproduksi barang-barang dari kulit, masyarakat Manding juga membuat barang kerajinan dari eceng gondok, pandan, serat alam, dan bahan sintetis.

Anda bahkan bisa langsung balajar membuat barang kerajinan, seperti dompet, tas, alas sepatu, dan nanti hasil karya mereka bisa dibawa pulang. Awal mula Manding bisa menjadi pusat kerajinan kulit terbesar di Yogyakarta adalah dari tiga orang yang belajar membuat dan memperbaiki pelana kuda di Museum Kereta Keraton Yogyakarta.

Saat itu pada tahun 1947, tiga pemuda kampung Manding belajar mengolah kulit disana. Selain belajar memperbaiki membuat dan pelana kuda, ketiga orang tersebut belajar secara otodidak bagaimana membuat kerajian lain. Awal mula yang dibuat adalah ikat pinggang warok yang berukuran besar. Setelah belajar kurang lebih selama 10 tahun, akhirnya mereka pulang dan mulai membuka usaha di rumah.

Saat ini kerajinan kulit Manding tidak hanya dipasarkan di desa tersebut tetapi juga dipasarkan hampir di seluruh wilayah Indonesia, bahkan banyak juga yang dikirim ke luar negeri.

Jika teman-teman pembaca blog Grosir Kulakan ingin belanja ke Manding, akses menuju Manding sangat mudah. Bila dari arah kota Jogja silahkan kearah selatan mengikuti Jalan Parangtritis. Sesampainya di kilometer 11 akan ada perempatan lampu merah yang disebelah kanannya terdapat gapura besar bertuliskan sentra industri kerajinan kulit Manding.


Perjalanan kesana bisa ditempuh dengan kendaraan umum dari kota Jogja, melalui terminal Giwangan carilah bus kecil jurusan jogja-parangtritis, kira-kira ongkos sekali jalan Rp 5000, atau bisa dengan menggunakan taksi, tentu saja agak sedikit mahal kira-kira Rp 50.000 dari pusat kota jogja.

Menggunakan kendaraan pribadi akan lebih leluasa mengatur waktu, tidak terikat jam angkutan kendaraan yang ada.

20 Lokasi Tempat Belanja Lebaran Murah & Banyak Pilihan

Buat Anda yang ingin belanja baju lebaran, kue lebaran, dan kebutuhan lebaran lainnya. Kami ada rekomendasi lokasi tempat belanja lebaran murah dan banyak pilihan barangnya.


Tempat Belanja Lebaran Murah

Blok B Tanah Abang

Blok B adalah pusat grosir, disini seperti ada aturan tak tertulis pada semua toko yaitu pembelian minimal 3 buah. Walaupun Anda bisa juga membeli 1 pcs, tapi jatuhnya lebih mahal. Jika Anda ingin belanja lebaran seperti gamis, baju anak, baju bayi silahkan berkunjung kesini.
Baca : Blok B Tanah Abang, Info Lantai & Tips Belanja

Pasar Tegal Gubug Cirebon

Pasar Tegal Gubug Cirebon sangat cocok jika Anda ingin jual baju lebaran, karena pasar Tegal Gubug adalah grosir baju terbesar setelah Tanah Abang. Tapi jangan membayangkan tempatnya seperti grosir Tanah Abang atau Pasar Baru Bandung. Kondisinya jauh berbeda, saat musim hujan pasar ini akan becek.
Baca : Pasar Tegal Gubug Cirebon, Disini Belanja Grosir Baju Langsung Konveksi 

ITC Surabaya Mega Grosir

Jika Anda bertempat tinggal di Jawa Timur atau Madura, ITC Surabaya Mega Grosir adalah tempat belanja lebaran yang sangat recommended. Disini tidak hanya menjual baju, tapi Anda bisa membeli sepatu, sandal, jilbab, mukena dan sebagainya.
Baca : ITC Surabaya Mega Grosir, Kulakan Murah Aneka Produk

Pasar Turi Baru Surabaya

Masih di Surabaya, Pasar Turi merupakan icon dari kota pahlawan ini. Berbagai produk bisa Anda beli disini, sebagai bocoran banyak pemilik toko di Tanah Abang yang belanja disini.
Baca : Pasar Turi Baru Surabaya, Pusat Kulakan Paling Lengkap

Pasar Jatinegara

Ingin belanja kue lebaran, disini adalah surganya. Jika Anda ingin bisnis parcel lebaran, kami merekomendasikan Pasar Jatinegara sebagai tempat kulakan kue kering. Aneka jenis kue lebaran seperti pastel, nastar, putri salju, lidah kucing, cheese stick, kastengel, semprit dan bola-bola coklat akan sangat mudah Anda temukan di sini dijual kiloan dan dalam kemasan toples.
Baca : Pasar Jatinegara, Tidak Hanya Seragam & Kue Kering

Pasar Benhil (Bendungan Hilir)

Pasar ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan belanja lebaran murah, tapi setidaknya bisa menjadi rekomendasi saat Anda bingung ingin mencari takjil. Lokasi Pasar Benhil berada di Jakarta Pusat. Berbagai makanan untuk berbuka puasa dari Sabang sampai Merauke dijual disini.
Baca : Pasar Benhil, Bukan Sekedar Pasar Takjil

Pusat Grosir Bogor (PGB) Merdeka

Jika Anda ingin beli baju batik untuk seraga keluarga saat lebaran, silahkan meluncur ke PGB Merdeka Bogor. Disini ada kampung batik dan pusat fashion di kota Bogor. Tidak hanya kampung batik, ada juga kampung hijab. Para pengusaha jilbab di Bogor berkumpulnya ya di kampung hijab ini.
Baca : Pusat Grosir Bogor (PGB) Merdeka Bogor

Pasar Senen Jakarta

Pasar Senen Jakarta Pusat adalah pusat baju bekas, tapi jangan salah sangka dulu walaupun bekas baju yang dijual masih layak pakai dan bahkan Anda bisa menemukan pakaian branded. Sangat cocok sekali jika Anda senang dengan gaya vintage.
Baca : Pasar Senen, Tidak Hanya Pusat Grosir Baju Bekas Saja

Pasar Gembrong

Lebaran tidak hanya melulu soal baju tapi juga interior rumah. Di Pasar Gembrong Anda bisa belanja karpet berbagai jenis. Atau jika Anda ingin sedekah membelikan karpet sajadah buat mushola dekat rumah langsung saja meluncur kesini.
Baca : Karpet Pasar Gembrong Laris Manis

Pasar Kapasan Surabaya

Jika Anda pedagang baju yang bermukim di Jawa Timur, pastinya sudah tidak asing dengan Pasar Kapasan ini. Iya, pasar ini adalah pusat grosir baju tertua di Surabaya. Harga baju disini benar-benar murah, jadi cocok banget kami rekomendasi sebagai tempat belanja lebaran murah.

Mengapa harga baju di Pasar Kapasan lebih murah jika di banding pasar grosir lainnya, karena harga sewa toko atau stand disini sangat murah sehingga banyak pemilik konveksi yang memiliki stand.
Baca : Pasar Kapasan, Pusat Baju Paling Murah di Surabaya

Pasar Mayestik

Saat lebaran tidak ingin baju yang Anda pakai pasaran ? Solusinya menjahit baju sendiri, Pasar Mayestik menawarkan itu semua dari toko-toko kain murah sampai dengan para penjahitnya.
Baca : Pasar Mayestik, Sentra Kain dan Penjahit

Blok A Tanah Abang

Siapa yang bakal menyangkal jika Blok A Tanah Abang adalah tujuan pertama orang untuk belanja lebaran. Berbagai model baju terbaru bisa didapatkan disini. Tidak hanya masyarakat Indonesia saja, warga Malaysia, Brunei banyak yang berbelanja disini.
Baca : Tanah Abang Blok A, Mari Kita Jelajahi 12 Lantainya

Pasar 16 ilir Palembang

Pasar ini adalah pasar terbesar dan paling ramai di Palembang. Pasar yang berdiri dari 4 lantai ini bisa di bilang bersih cukup modern. Di lantai satu Pasar 16 ilir, sejumlah produk tekstil banyak juga yang dijual dalam skala besar atau grosir.
Baca : Pasar 16 ilir Palembang, Tanah Abangnya Sumatera Selatan

Pasar Andir

Jika Anda melihat baju-baju di toko online, kadang ragu karena tidak real picture, solusinya datang saja ke Pasar Andir. Dijamin baju yang Anda inginkan di olshop tersebut dijual di pasar ini. Yups, Pasar Andir adalah markas toko baju online.
Baca : Pasar Andir, Pusat Grosir Baju Pedagang Online

Pasar Baru Bandung

Tidak hanya karena murah, kreatifitas orang Bandung dalam membuat pakaian dan aksesoris fashion yang indah sudah tidak diragukan lagi. Jangankan turis asing, para pedagang dari seluruh Indonesia pun banyak yang kulakan di pasar baru ini.
Baca : Pasar Baru Bandung, Pusat Grosir Bandung

Pusat Grosir Cililitan

PGC Cililitan sangat lengkap dan produk yang di jualnya terkenal murah. Lokasi PGC ada di samping terminal Cililitan.
Baca : Pusat Grosir Cililitan PGC

Dupak Grosir Surabaya

Selain Anda bisa memilih dan mencari bermacam jenis baju dengan mudah, Anda juga bisa membeli aneka baju tersebut dengan harga yang sangat murah & tentu kwalitas bahan baju yang cukup bagus untuk sebuah pakaian dengan harga terjangkau.
Baca : Dupak Grosir Surabaya DGS Pusat Kulakan Murah

Pasar Cipulir

Pasar ini terkenal sebagai pusat grosir textile & pakaian jadi. Pembelinya yaitu para pedagang toko eceran yang datang dari seluruh pelosok Indonesia & Asia Tenggara, bahkan sampai India juga Afrika. Biasanya mereka datang belanja secara grosir untuk di jual kembali secara eceran.
Baca : Pasar Cipulir Jakarta Selatan, Pusat Grosir Baju

PGMTA

Pusat Grosir Metro Tanah Abang juga bisa kita bilang sebagai pasar serba ada seperti di jatinegara dan mangga dua, selain menjual produk tekstil dengan harga grosir, di tempat ini juga dijual berbagai macam sovenir untuk acara pernikahan dan acara-acara lainnya, juga secara grosir dan pada bagian lain, terdapat pusat grosir khusus karpet, dan perlengkapan untuk rumah tangga ala timur tengah dengan harga grosir yang bisa dibilang sebagai harga termurah di jakarta.
Baca : Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Pusat Grosir Pakaian Murah

Kisah Inspiratif Jualan di Toko Online

Memulai bisnis tidak dibatas usia dan tempat, seperti yang dilakukan Dedy Indrawan (34) dalam memulai bisnis sprei dan bed cover. Ia dan sang istri memulai bisnis secara online sejak tahun 2009. Pada awalnya ia bekerja sebagai seorang staf pemasaran di sebuah bank swasta. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia juga bekerja sebaga tukang ojek di malam hari.


Sayangnya, usaha ini tak bertahan lama, hingga akhirnya ia mencoba peruntungan lain. Ia pun memulai usaha door to door untuk menawarkan produk asuransi. Tapi, usaha ini tak kinjung berhasil untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Toh, dia pantang menyerah, karena memiliki prinsip bahwa perubahan haruslah dimulai dari diri sendiri dan sedini mungkin. Lalu, ayah dua anak ini akhirnya memutuskan untuk berjualan sprei dan bed cover secara online. Dia tidak tega membiarkan istri dan dua anaknya tinggal di sebuah kontrakan kecil semumur hidup.

Kekurangan modal, tak membuatnya berputus asa dalam memulai usaha, ia pun meminjam uang kepada seorang kerabat. Menurutnya, berbisnis melalui internet tidak membutuhkan modal yang besar namun bila dikelola dengan baik akan bisa memberikan hasil yang maksimal.

Kini, pria yang mengelola toko online Sprei dan Bedcover ini, telah memetik hasil dari perjuangannya. Sebuah rumah, tiga buah mobil, dan empat sepeda motor kini telah dimilikinya.

Selain Dedy, ada juga Rahajeng Dyah Savitri, mahaisiwa yang telah berhasil dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya. Wanita berusia 21 tahun ini mengawali bisnis organizer dari hobinya, di mana dia memiliki ketertarikan terhadap bidang kerajinan tangan organizer.

Menjadi seorang mahasiswi, tak menghalanginya dalam berbisnis, ia justru bersemangat dalam memasarkan produknya melalui toko online. Ia menjual produknya melalui online open market place Tokopedia. Wanita yang biasa dipanggil Ajeng ini pun sudah berhasil menggaet beberapa perusahaan besar untuk menjadi pelanggan tetapnya.
Baca Juga : Wanita Ini Punya Omzet Rp 400 Juta/Bulan Jualan Busana Muslim
Ia juga tidak ingin menikmati kesuksesannya sendiri. Kini, dia aktif dalam mengadakan kegiatan sosial bagi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah pembagian sembako dan senam bersama ibu-ibu di sekitar rumahnya.

Kedua pebisnis tersebut adalah contoh bagaimana mereka bisa memulai bisnis dari toko online. Jika mereka bisa, Anda PASTI BISA !!